PEMBANGUNAN MODAL SOSIAL
Penulis
Sudarmono, S.STP. M.Si, Ph.D
Ide dan gagasan yang dikemukakan
dalam buku ini terdiri dari dua topic
pembahasan utama. Yang
pertama, pembahasan lebih banyak
difokuskan kepada aspek
teoretis yang diharapkan mampu memberikan
pondasi pemahaman bagi
para pembaca. Teori-teori klasik
dalam wacana modal
sosial masih didominasi oleh pemikiran James Coleman,
Robert Putnam, Ronald Burt dan Nan Lin serta
beberapa nama besar
lainnya yang telah mengembangkan teori
modal sosial dalam
konfigurasi disiplin
keilmuan yang lebih
bervariatif. Diantaranya adalah
Francis Fukuyama dan Hauberer.
Dalam konteks Indonesia,
pemikiran tentang modal sosial
banyak dikemukakan oleh
Djamaluddin Ancok, Edi Suharto
serta para indonesianis
yang berkontribusi besar pada
pembentukan diskursus modal
sosial dalam konteks Indonesia.
Setelah banyak
membincangkan aspek teoretis,
buku ini kemudian dilengkapi
dengan beberapa studi
kasus pembangunan modal sosial
pada entitas masyarakat
tradisional di Indonesia. Justifikasi pemilih tipe
masyarakat tersebut lebih banyak didorong oleh
faktor kohesivitas sosial
yang masih tinggi,
sebagai syarat mutlak yang harus
dihadirkan dalam wacana pembangunan modal sosial. Alasan
berikutnya adalah adanya
penyesuaian dengan
karakteristik wilayah Indonesia
yang masih dominan,
yaitu sebagai negara agraris
(pertanian) dan sebagai
negara maritim.
(sektor perikanan).
Selain itu, perkembangan
wacana sosial masyarakat di
Indonesia juga mulai
mengetengahkan isu-isu
gender dalam pembangunan.
Oleh sebab itu,
peran modal sosial dalam pemberdayaan perempuan juga
diangkat dalam pembahasan buku ini.
